ZONA ARFIANTI LABABA
Education and More

Selamat Datang, Terimakasih Atas Kunjungannya
Joko Skul narni sun-sun pemda bjr p4tk mtk
smp satui sulistiana fajar smp1 wno sumarna

Sabtu, 07 Agustus 2010

KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL

A. Pengertian Kriteria Ketuntasan Minimal
Salah satu prinsip penilaian pada kurikulum berbasis kompetensi adalah menggunakan acuan kriteria, yakni menggunakan kriteria tertentu dalam menentukan kelulusan peserta didik. Kriteria paling rendah untuk menyatakan peserta didik mencapai ketuntasan dinamakan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).
KKM harus ditetapkan sebelum awal tahun ajaran dimulai. Seberapapun besarnya jumlah peserta didik yang melampaui batas ketuntasan minimal, tidak mengubah keputusan pendidik dalam menyatakan lulus dan tidak lulus pembelajaran. Acuan kriteria tidak diubah secara serta merta karena hasil empirik penilaian. Pada acuan norma, kurva normal sering digunakan untuk menentukan ketuntasan belajar peserta didik jika diperoleh hasil rata-rata kurang memuaskan. Nilai akhir sering dikonversi dari kurva normal untuk mendapatkan sejumlah peserta didik yang melebihi nilai 6,0 sesuai proporsi kurva. Acuan kriteria mengharuskan pendidik untuk melakukan tindakan yang tepat terhadap hasil penilaian, yaitu memberikan layanan remedial bagi yang belum tuntas dan atau layanan pengayaan bagi yang sudah melampaui kriteria ketuntasan minimal.
Kriteria ketuntasan minimal ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan hasil musyawarah guru mata pelajaran di satuan pendidikan atau beberapa satuan pendidikan yang memiliki karakteristik yang hampir sama. Pertimbangan pendidik atau forum MGMP secara akademis menjadi pertimbangan utama penetapan KKM. Kriteria ketuntasan menunjukkan persentase tingkat pencapaian kompetensi sehingga dinyatakan dengan angka maksimal 100 (seratus). Angka maksimal 100 merupakan kriteria ketuntasan ideal. Target ketuntasan secara nasional diharapkan mencapai minimal 75. Satuan pendidikan dapat memulai dari kriteria ketuntasan minimal di bawah target nasional kemudian ditingkatkan secara bertahap.
Kriteria ketuntasan minimal menjadi acuan bersama pendidik, peserta didik, dan orang tua peserta didik. Oleh karena itu pihak-pihak yang berkepentingan terhadap penilaian di sekolah berhak untuk mengetahuinya. Satuan pendidikan perlu melakukan sosialisasi agar informasi dapat diakses dengan mudah oleh peserta didik dan atau orang tuanya. Kriteria ketuntasan minimal harus dicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar (LHB) sebagai acuan dalam menyikapi
hasil belajar peserta didik.

Kamis, 05 Agustus 2010

Suatu hari mantan murid saya berkunjung ke tempat saya dan bercerita, intinya bahwa dia sudah menyelesaikan skripsinya, tinggal cetak saja. Jadi supaya aman filenya dia simpan dalam bentuk PDF. Saya tanya kenapa disimpan dalam bentuk PDF. Supaya aman dan tidak terubah lagi katanya. O.... gitu to.
Sebenarnya ada cara mudah yang dapat dilakukan untuk melindungi agar file MS. Word kita tidak terubah atau tepatnya tidak dapat diubah oleh orang lain. Bahkan anda dapat memprotek halaman tertentu, sedangkan halaman lain boleh diubah. Caranya ... gampang saja, coba anda pakai protect document saja. Silahkan coba langkah berikut ini.
Untuk MS Ofice Word 2003, Silahkan buka dokumen baru, simpan dengan nama misalnya RPP. Buat section brake (Insert --- Brake --- klik next page --- oke). Maka halamannya menjdi dua (dua section yang nanti lebih mudah di atur). Nah sekarang tinggal pasang protect. Caranya (Tools – protect document ) akan muncul Panel seperti gambar. Pilih Editing Restrictions --- pilih Filing In Forms (lihat gambar) --- berikutnya Klik Select Sections --- Klik (tandai) section 1 --- oke. Berikutnya langkah 3, Start enforcement --- klik Yes, Start Enforcing Protection --- masukkan password --- oke.
Dengan cara ini maka section (halaman 1 tidak dapat diubah / diedit dan halaman 2 (section 2) dapat diubah. Nah anda dapat mengkreasi sendiri berikutnya. Jika kedua section ditandai maka kedua section tidak dapat diubah. Jika keduanya tidak ditandai? Tentu semua dapat diubah atau di edit, tapi apa gunanya paswordnya kalau begitu.
Section brake dapat dimanfaatkan untuk banyak hal: menggunakan nomor yang berbeda beda misal halaman satu sampai lima menggunakan i, ii, iii, iv, v sedangkan berikutnya dimulai dengan 1, 2, 3, 4 dst. Dapat juga di atur page setup yang berbeda misal section satu portrait dan section 2 lanskape dan ukuran berbeda.